Status Stunting pada Balita Usia 24–59 Bulan Berdasarkan Karakteristik Ibu di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Hadakewa
DOI:
https://doi.org/10.37160/nutriasik.v1i2.1531Keywords:
Stunting, karakteristik ibu, Status Gizi, balitaAbstract
Stunting remains a serious nutritional problem in East Nusa Tenggara Province, with a prevalence of 37%, well above the national average of 19.8%. Data from UPTD Puskesmas Hadakewa for the period January–April 2026 recorded a stunting prevalence of 9.5% among toddlers aged 24–59 months. This study aimed to determine differences in stunting status based on maternal characteristics (age, height, education level, nutritional status, and family economic status) in toddlers aged 24–59 months in the working area of UPTD Puskesmas Hadakewa. This observational study used a cross-sectional design involving 79 respondents selected through systematic random sampling from 17 villages. Data were analyzed using univariate and bivariate chi-square tests at a significance level of p≤0.05. Results showed that 55.7% of toddlers were stunted. Significant differences in stunting status were found based on maternal age (p=0.010), education (p=0.005), nutritional status (p=0.000), and family economic status (p=0.006), while maternal height showed no significant difference (p=0.608). Maternal nutritional status was the most dominant factor. Health workers are advised to strengthen monitoring of pregnant women's nutritional status as a stunting prevention effort.
References
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2020.
Fitriana D. Pengaruh stunting terhadap kemampuan belajar anak di sekolah: implikasi untuk pendidikan di SDN 17 Kayu Aro. J Soc Sci Res. 2024;4:6287-300.
Setiana E, Wisudariani E. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan dari keluarga petani di wilayah kerja Puskesmas Gunung Labu Kabupaten Kerinci. J Akad Baiturrahim. 2020;9(2):293-305.
Nursyamsiyah, Sobrie BSY. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan. J Ilmu Keperawatan Jiwa. 2021;4:611-22.
Hidayat R. Prevalensi stunting pada 1000 hari pertama kehidupan. J Kesehat. 2022;2(1):61-77.
Lobo WI, Talahatu AH, Riwu RR. Faktor penentu kejadian stunting pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Alak Kota Kupang. Media Kesehat Masy. 2019;1(2):59-67.
Khoiriyah, et al. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Bantargadung Kabupaten Sukabumi. J Mahasiswa Kesehat Masy. 2021;4(2):145-60.
Zogara, et al. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. J Ilmu Kesehat Masy. 2020:85-92.
Rijali L, et al. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 0-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Kairatu Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat. Glob Health Sci. 2021;6(1):1-7.
Gupta S, Khan Z, Shabbir J. Modified systematic sampling with multiple random starts. REVSTAT Stat J. 2018;16(2):187-212.
Sagita W. Hubungan usia ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita usia 1-5 tahun. J Maternitas Aisyah. 2021.
Wiartin IR, et al. Hubungan usia ibu saat hamil dengan kejadian stunting pada balita. J Kesehat Poltekkes Kemenkes RI Pangkalpinang. 2025;13(1):1-6.
Purnamasari, Raharyani AE. Stunting atau perawakan pendek merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan. J Kesehat. 2023;9(2):73-81.
Shodikin AA, Mardiyati NL. Tingkat pendidikan ibu dan pola asuh gizi hubungannya dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. J Nutr Coll. 2023;12:33-41.
Ainin Q, Ariyanto Y, Kinanthi CA. Hubungan pendidikan ibu, praktik pengasuhan dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di desa lokus stunting wilayah kerja Puskesmas Paron Kabupaten Ngawi. J Kesehat Masy Nas. 2023;11.
Munandar YA, et al. Hubungan kehamilan dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Sedong tahun 2022. Tunas Med J Kedokt Kesehat. 2022.
Raihan M, et al. Hubungan usia, antenatal care, status gizi ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Bangka. J Kedokt Ibnu Nafis. 2025;14(1):161-70.
Agustina Wilis. Ibu hamil KEK, berat bayi lahir rendah dan tidak ASI eksklusif sebagai faktor risiko terjadinya stunting. J Kesehat Tambusai. 2022;3:263-70.
Khati SA, Ariesta M. Hubungan status ekonomi dan jumlah keluarga dengan kejadian stunting pada balita di Desa Kuapan Kecamatan Tambang tahun 2023. J Kesehat Terpadu. 2023;2(3):173-80.
Hamidah E, Basri B. Hubungan status ekonomi keluarga dan pengetahuan keluarga dengan kejadian stunting. J Public Health Innov. 2024;5(1):140-7.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 BERNA BERO, Hertog Nursanyoto, Ni Made Dewantari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



