GAMBARAN ANGKA def-t PADA ANAK PRASEKOLAH DI TK DAARUL JANNAH PONTIANAK TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.37160/jikg.v5i1.421Keywords:
kesehatan gigi dan mulut, indeks def-t, anak prasekolahAbstract
Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 prevalensi masalah gigi berlubang di Kalimantan Barat sebanyak 49,55% sedangkan pada kelompok umur 3-4 tahun yang mengalami gigi berlubang mencapai 44,03%. Tingginya prevalensi gigi berlubang pada anak usia prasekolah disebabkan oleh kebiasaan anak untuk makan-makanan yang manis terutama makanan yang padat dan lengket. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran angka def-t pada anak prasekolah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei. Dengan jumlah sampel 76 siswa/siswi dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pemeriksaan langsung terhadap angka def-t dengan menggunakan kaca mulut, sonde, excavator, dan piset kemudian dicatat pada lembar pemeriksaan. Hasil penelitian didapatkan skor def-t per individu dari 76 responden, skor def-t didapatkan dari hasil penjumlahan decayed, extracted, dan filled. Untuk indeks (def-t) yang terdapat pada gigi anak prasekolah, terdiri dari 599 gigi (87,70%) yang mengalami decayed, 82 gigi (12,00%) yang mengalami extracted, serta 2 gigi (0,30%) yang mengalami filled dengan rata-rata def-t pada setiap anak ada 9 def-t. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pada setiap anak memiliki rata-rata indeks def-t kategori tinggi, hal ini dikarenakan anak prasekolah kurang menjaga kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut



