EFEKTIVITAS MENGUNYAH BUAH BENGKUANG DAN BUAH APEL TERHADAP PENURUNAN ANGKA DEBRIS INDEKS PADA SISWA TUNARUNGU

Authors

  • Aulia Vitry Damayanthy Poltekkes Kemenkes Surabaya
  • Silvia Prasetyowati Poltekkes Kemenkes Surabaya
  • I.G.A. Kusuma Astuti N.P. Poltekkes Kemenkes Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.37160/jikg.v4i3.368

Keywords:

Buah Bengkuang, Buah Apel, Debris Indeks, Siswa Tunarungu

Abstract

Sebagai suatu bentuk permasalahan kesehatan gigi dan mulut yang sering dialami suatu orang ialah gigi berlubang. Penyebab karies gigi yaitu penumpukan sisa makanan yang menjadi debris dan plak pada gigi. Debris dapat dibersihkan dengan cara mekanis dan kimiawi. Menurunkan debris indeks dapat dengan mengunyah buah berair dan berserat  misalnya buah bengkuang dan apel. Masalah dalam penelitian ini tingginya skor debris indeks pada siswa tunarungu di SMPLB Karya Mulia Surabaya. Tujuan penelitian ini mengetahui perbandingan yang terjadi pada keefektivitas dalam melakukan pengunyahan buah bengkuang dan buah apel dalam menuruhkan angka debris indeks terhadap siswa tunarungu di SMPLB Karya Mulia Surabaya. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan menerapkan jenis penelitian berupa quasi experiment dalam perancangan one group pretest posttest, dengan subjeknya yang diterapkan sebanyak 34 siswa yang terbagi menjadi 2 kelompok. Dalam sebuah metode yang dipergunakan untuk mengumpulkan dilakukan dengan menerapkan proses observasi. Selanjutnya dilakukan sebuah pengujian Independent Sample T-Test sebagai suatu teknk yang digunakan untuk Analisa data. Hasil penelitian ini terdapat sebuah perbandingan yang terjadi pada keefektivitasan proses yang dilakukan dalam pengunyahan buah bengkuang dan proses pengunyahan buah apel dalam menurunkan skor debris indeks terhadap siswa tunarungu di SMPLB Karya Mulia Surabaya.

Downloads

Published

2023-11-30

How to Cite

Damayanthy, A. V., Prasetyowati, S. ., & Astuti N.P. , I. K. . (2023). EFEKTIVITAS MENGUNYAH BUAH BENGKUANG DAN BUAH APEL TERHADAP PENURUNAN ANGKA DEBRIS INDEKS PADA SISWA TUNARUNGU. Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi, 4(3), 160–170. https://doi.org/10.37160/jikg.v4i3.368