PENGETAHUAN PASIEN POLI GIGI TENTANG KARIES MENCAPAI PULPA DAN JARINGAN PENYANGGA GIGI
DOI:
https://doi.org/10.37160/jikg.v4i3.365Keywords:
Pengetahuan, karies, pulpa, jaringan penyanggaAbstract
Tingginya angka karies gigi dan jaringan penyangga gigi pada pasien poli gigi dapat disebabkan oleh rendahnya pengetahuan tentang penyebab karies mencapai pulpa dan jaringan penyangga gigi. Masalah dalam penelitian ini yaitu tingginya angka penyakit karies mencapai pulpa dan jaringan penyangga gigi sejumlah 694 orang di Puskesmas Bulak Banteng Surabaya tahun 2022. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengetahuan pasien poli gigi tentang karies mencapai pulpa dan jaringan penyangga gigi di Puskesmas Bulak Banteng Surabaya. Metode penelitian ini bersifat deskriptif. Sasaran penelitian ini adalah pasien poli gigi di Puskesmas Bulak Banteng Surabaya yang berjumlah 30 orang. Metode yang di gunakan dalam pengumpulan data yaitu lembak kuesioner. Teknik analisa data yang dilakukan yaitu dengan mempersentasekan hasil jawaban, kemudian disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa pengetahuan tentang pengertian karies gigi pada pasien poli gigi dalam kategori baik (82%). Pengetahuan tentang faktor penyebab terjadinya karies gigi pada pasien poli gigi dalam kategori cukup (73%). Pengetahuan tentang pengertian karies mencapai pulpa pada pasien poli gigi dalam kategori kurang (43%). Pengetahuan tentang faktor penyebab karies mencapai pulpa pada pasien poli gigi dalam kategori kurang (55%). Pengetahuan tentang pengertian jaringan penyangga gigi/periodontal pada pasien poli gigi dalam kategori cukup (70%). Pengetahuan tentang faktor penyebab penyakit jaringan penyangga gigi/periodontal pada pasien poli gigi dalam kategori cukup (63%). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pengetahuan pasien poli gigi tentang karies mencapai pulpa dan jaringan penyangga gigi di Puskesmas Bulak Banteng Surabaya termasuk dalam kategori cukup. Saran dari penelitian ini adalah untuk pasien poli gigi di Puskesmas Bulak Banteng Surabaya Hendaknya menjaga kebersihan gigi dan mulut serta memeriksakan gigi ke poli gigi atau klinik gigi setiap 6 bulan sekali. Untuk petugas kesehatan dalam memberikan penyuluhan, diharapakan mampu memotivasi masyarakat agar ingin menjaga kebersihan gigi dan mulutnya.



