HUBUNGAN KEHILANGAN GIGI POSTERIOR DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN LANSIA USIA 60-70 TAHUN DI KLINIK EKSEKUTIF RSKGM FKG UI
DOI:
https://doi.org/10.37160/jikg.v6i1.1102Keywords:
Kehilangan Gigi Posterior, Kualitas hidup, LansiaAbstract
Pendahuluan: Kehilangan gigi paling sering terjadi akibat karies gigi dan penyakit periodontal. Gigi sangat berperan dalam proses pencernaan manusia, sehingga kehilangan gigi akan sangat mempengaruhi individu dan berdampak terhadap kualitas hidup serta kelangsungan hidup mereka. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kehilangan gigi posterior dengan kualitas hidup lansia usia 60-70 tahun di Klinik Eksekutif RSKGM FKG UI. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling sebanyak 35 responden dengan metode pengumpulan data secara retrospektif. Uji Hipotesis menggunakan Chi-Square. Hasil: Semakin banyak kehilangan gigi posterior menunjukkan kualitas hidup yang rendah secara signifikan (dengan p=0.006). Kesimpulan: Individu lanjut usia 60- 70 tahun dengan kehilangan gigi lebih dari 3 gigi posterior memiliki kualitas hidup sedang hingga buruk.



