Upaya Peningkatan Pengetahuan Remaja Tentang Manajemen Kebersihan Menstruasi Sebagai Implementasi Program Kesehatan Reproduksi Remaja
DOI:
https://doi.org/10.37160/ppkm.v2i2.141Keywords:
Remaja, Kebersihan Menstruasi.Abstract
Kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat secara fisik, mental dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan yang berkaitan dengan fungsi, dan proses reproduksi. Dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 tahun 2014, remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10 – 18 tahun. Untuk upaya pemenuhan hak reproduksi tersebut, maka pelayanan kesehatan reproduksi harus dilaksanakan ditingkat pelayanan dasar melalui pendekatan siklus hidup atau life cycle approach yang dimulai sejak pra hamil, hamil, bersalin dan nifas, bayi, balita, remaja, dewasa hingga lanjut usia (Kemenkes,2015). Besarnya jumlah penduduk remaja ternyata juga diikuti banyaknya masalah kesehatan pada remaja. Di Jawa Barat selama tahun 2007-2008 hanya 0.72% dari jumlah total remaja usia 10-24 tahun yang terjangkau layanan youth centre. Angka ini menggambarkan jumlah remaja yang terpapar informasi dan layanan yang terkait KRR, KB, HIV/AIDS dan pelayanan aborsi aman sangat minim . Hasil Penelitian dunia menunjukkan hasil dari partisipan dari 23 negara bahwa 1/3 responden mengatakan tidak mendapatkan informasi tentang haid sebelumnya, sehingga tidak siap dan tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Dari hasil beberapa survei tersebut pada umumnya memaparkan bahwa remaja perempuan tidak pernah tahu masalah haid, dan menstruasi merupakan pengalaman yang sangat buruk serta haid pertama membuat panik, traumatis, malu, dan takut (www.dwp.or.id, 2006). Salah satu upaya yang tepat untuk mengatasi permasalahan ketidaktahuan remaja tentang seputar menstruasi dalam pelayanan kesehatan reproduksi remaja adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang manajemen kebersihan menstruasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan Pendidikan Kesehatan kepada murid perempuan di kelas 4-6, meningkatkan pengetahuan murid prempuan tentang kebersihan menstruasi dan Kesehatan reproduksi perempuan. Dengan meningkatnya pengetahuan hasil akhirnya akan Mengubah perilaku personal hygiene saat menstruasi . Sasaran kegiatan adalah murid kelas 4 – 6 (remaja putri umur 10-12 tahun) sejumlah 56 orang. Kegiatan dilaksanakan pada bulan maret –oktober 2021. Hasil akhir dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya pengetahuan remaja tentang manajemen kebersihan menstruasi , terjadinya perubahan perilaku Kesehatan personal hygiene dan pembinaan kesehatan reproduksi remaja
References
Arsani Alit. 2013. Peranan Program PKPR Terhadap kesehatan Reproduksi remaja di Kecamatan Buleleng. Jurnal ilmu social dan humaniora. Vo.2 No.1 april 2013
BPS. 2018. Jumlah penduduk menurut kelompok umur. Diakses dari http;//tasikmlayakota.bps.go.id
BPS.2020. Jumlah Penduduk Jawa Barat tahun 2020. diakses dari BPS.go.id
Depkes RI.2012. Situasi Kesehatan Reproduksi perempuan. Depkes RI.Jakarta
Dinkes . 2017. Profil Kesehatan Tahun 2017. Dinkes Kota Tasikmalaya.
Depkes . 2010. Modul kesehatan peduli remaja. Depkes RI.Jakarta
Depkes RI.2003. Pedoman Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) bagi petugas Kesehatan. Depkes RI. Jakarta
Kemenkes RI. 2014. Pedoman Standar nasional pelayanan kesehatan reproduksi remaja (PKPR). Kemnkes.Jakarta
Kemenkes RI.2015. Pedoman Pelayanan Kesehatan Reproduksi Terpadu di Tingkat pelayanan kesehatan dasar. Kemenkes. Jakarta.
Kemenkes RI,2020. Buku Pemantauan Kesehatan Anak usia Sekolah dan Remaja. Kemenkes.Jakarta.2020
Permenkes RI. No. 25 tahun 2014
Riskesdas.2010. Data Kesehatan Reproduksi.Depkes RI.Jakarta
Situmorang A. 2011. Pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja di Puskesmas : Isu dan Tantangan. Pusat Penelitian dan Kependudukan LIPI. Vol.VI.No.2, 2011
UU No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan

