Edukasi Kader Posyandu : Pencegahan Hipertensi Melalui Pola Makan Sehat, Berhenti Merokok dan Aktifitas Fisik

Authors

  • Imat Rochimat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
  • Nunung Yulia Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
  • Shandra Isasi Sutiswa Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
  • Nooryza Martihandini Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

DOI:

https://doi.org/10.37160/ppkm.v5i5.1352

Keywords:

Penyakit Tidak Menular, Pencegahan Hipertensi, Edukasi Kader

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah penyebab utama kematian, dengan Penyakit Kardiovaskular menduduki peringkat tertinggi, diikuti oleh kanker, penyakit pernafasan kronis, dan diabetes. Faktor risiko metabolik seperti tekanan darah tinggi dan kegemukan meningkatkan risiko kematian akibat PTM. Di Indonesia, angka kematian akibat PTM mencapai 76%, dengan peningkatan dari tahun 2007 hingga 2016. Pencegahan hipertensi sangat penting sebagai faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, dan dapat dilakukan melalui modifikasi perilaku seperti menghindari merokok, makan sehat, dan beraktivitas fisik. Pencegahan hipertensi dapat efektif dilakukan melalui intervensi pemberdayaan masyarakat, termasuk melalui delegasi tugas dari petugas kesehatan ke pekerja kesehatan non medis (kader) untuk meningkatkan akses perawatan kesehatan PTM. Tahapan pengabdian masyarakat dilakukan dengan tahapan penjajagan pada ketua kader dan kepala desa pada tanggal 23 Juli 2025 dan dilanjutkan dengan edukasi kader pada tanggal 24 Juli 2024. Pelaksanaan edukasi kader dilakukan di aula desa kujang Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis-Jawa Barat dengan mitra kegiatan adalah perwakilan kader kesehatan di Desa Kujang sebanyak 13 orang. Hasil edukasi didapatkan peningkatan pengetahuan kader secara signifikan (ɑ = 0,002). Kader juga diberikan poster sebagai media alat bantu penyuluhan ke masyarakat. Setelah mendapatkan edukasi peserta diharapkan menjadi change agent terkait pencegahan hipertensi bagi masyarakat di wilayahnya. Target luaran lainnya yaitu publikasi artikel kegiatan pengabdian masyarakat pada jurnal ber-ISSN/ Prosiding Nasional dan desain alat promosi poster terdaftar di HAKI.

References

Chaker, L., Falla, A., van der Lee, S. J., Muka, T., Imo, D., Jaspers, L., Colpani, V., Mendis, S., Chowdhury, R., Bramer, W. M., Pazoki, R., & Franco, O. H. (2015). The global impact of non-communicable diseases on macro-economic productivity: a systematic review. European Journal of Epidemiology, 30(5), 357–395. https://doi.org/10.1007/s10654-015-0026-5

Joshi, R., Alim, M., Kengne, A. P., Jan, S., Maulik, P. K., Peiris, D., & Patel, A. A. (2014). Task shifting for non-communicable disease management in low and middle income countries - A systematic review. PLoS ONE, 9(8). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0103754

Peters, D. H., Adam, T., Alonge, O., Agyepong, I. A., & Tran, N. (2014). Republished research: Implementation research: What it is and how to do it. British Journal of Sports Medicine, 48(8), 731–736. https://doi.org/10.1136/bmj.f6753

Roberts, B., Williams, H. A., & Angell, S. (2018). Noncommunicable Diseases. In Health in Humanitarian Emergencies: Principles and Practice for Public Health and Healthcare Practitioners. https://doi.org/10.1017/9781107477261.032

Rochimat, I., Dewi, F. T., Ajeng, R., & Suryo, Y. (2021). Community-Based Noncommunicable Disease Control In West Java - Indonesia : Problems and Potential. 10(3), 1151–1156. https://doi.org/10.15562/bmj.v10i3.2528

Rochimat, I., Prabandari, Y. S., & Dewi, F. T. (2021). Promosi Kesehatan Dalam Deteksi Dini Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular Melalui Intervensi Kegiatan Berbasis Masyarakat Di Kota Tasikmalaya Jawa Barat. 159. http://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/161364

W. WHO. (2023). Noncommunicable diseases. WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/noncommunicable-diseases

WHO. (2022). Noncommunicable Diseases: Progress Monitor. https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/353048/9789240047761-eng.pdf

Downloads

Published

2025-12-31