Media Miniatur “PATUH” Sebagai Pengingat untuk Praktek Gaya Hidup Sehat Penderita Hipertensi pada Era New Normal Pandemi Covid-19

Authors

  • Esti Dwi W Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Dyah Wahyuningsih Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Munjiati Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Herry Prasetyo Poltekkes Kemenkes Semarang

DOI:

https://doi.org/10.37160/ppkm.v2i2.122

Keywords:

Media miniatur, Patuh, Gaya Hidup, Hipertensi.

Abstract

Latar Belakang Masalah : Salah satu faktor yang menentukan derajat kesehatan masyarakat selama ini lebih kepada pelayanan kesehatan, padahal meningkatnya derajat kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan perilaku (Kemenkes, 2016). Program Kemenkes salah satu untuk PTM antara lain dilaksanakan promosi kesehatan dengan program PATUH bagi yang sudah menyandang PTM agar mereka rajin kontrol dan minum obat. Gaya hidup merupakan faktor resiko yang dapat dikontrol, dan untuk membiasakan penderita hipertensi dengan gaya hidup yang sehat ini perlu adanya suatu pengetahuan sebagai dasar yang kuat untuk melaksanakan gaya hidup sehat. Salah satu cara untuk menanamkan pengetahuan ini dengan suatu penyuluhan kesehatan yang memerlukan beragai modifikasi agar menarik dan mengingatkan untuk praktek sehari-hari tentang isi pesan, antara lain dengan media miniature”PATUH”. Rumusan masalah dalam pengabdian masyarakat ini adalah media miniature “PATUH” sebagai pengingat untuk praktek gaya hidup sehat penderita hipertensi di masa era new normal pandemic covid-19. Tujuan kegiatan pengabmas ini adalah keluarga sadar dan memahami serta menerapkan perilaku gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari - hari secara berkelanjutan dan tercapai tekanan darah yang stabil. Metode yang digunakan dengan dengan penyuluhan kesehatan denga media miniature “PATUH”, yang sebelumnya dilakukan pemberian materi dan contoh langsung menerapkan gaya hidup sehat dengan kesepakatan di buat jadwal bersama dalam kehidupan sehari-hari yang akan tertanam dalam perilaku sehari-hari, selanjutnya untuk membuat media miniature untuk di pasang di ruangan penderita hipertensi. Praktek gaya hidup tersebut dimonitor oleh anggota keluarga dan kader kesehatan setempat dengan jadwal yang sudah disusun. Hasil : 25 keluarga dari 30 keluarga yang salah satu anggota keluarga menderita hipertensi menjawab “ ya “ untuk pernyataan dalam Kepatuhan Gaya Hidup Sehat, namun dalam perilaku sehari-harinya untuk program “PATUH” masih belum dialksanakan secara maksimal, karena kurang mengetahui dan kurang informasi tentang perawatan /gaya hidup penderita hipertensi. Media miniature yang dipajang di rumahnya setelah dilakukan penyuluhan kesehatan dan bimbingan serta pendampingan telah menjadikann media pengingat bagi keluarga dengan hipertensi.

References

Andria, K.M.2013. Hubungan Antara Perilaku Olahraga, Stres dan Pola Makan Dengan Tingkat Hipertensi di Gebang Putih Kecamatan Sukokilo Kota Surabaya. Jurnal Promkes, Vol.1. No2.

Armstrong,M.A., (2001). Handbook of Personal Management Practice (4th edb). London: Kogan Page

Asyhar, R. 2011. Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta: GP Press.

Azwar,S., (2011), Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya, Edisi Kedua,Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Badan Penelitian dan Pengembangan Depkes R.I, 2010. Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar tahun 2010, Depkes RI, Jakarta.

Bryant,T., (2002). Role of Knowledge in Public Health and Health Promotion , Policy Change. Health Promot Int

Ditjen P2PTM Kemenkes RI, (2016). Kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular.

Erica Kusuma R.S, Dkk ; Peningkatan Pengetahuan tentang Hipertensi Guna Perbaikan Tekanan Darah pada Anak Muda Dusun Japanan, Margodadi, Sayegn, Sleman, Yogyakarta ; JurnalPengabdian Kepada Masyarakat, Vol 3, September 2017 Hal 26 – 38

Friedman, M.M., (1998), Keperawatan Keluarga Teori dan Praktik, Dalam Yasmin Asih dan Monica Ester (Eds), Alih Bahasa Ina Debora dan Yasmin Asih, Jakarta : EGC.

Hanafi, A. (2016). “Gambaran Gaya Hidup Penderita Hipertensi di Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang”. Skripsi. Semarang: fakultas kedokteran Universitas Diponegoro

Jatmika, Dwi E.S, (2019). Buku Ajar Pengembangan Media Promosi Kesehatan. K-Media Yogyakarta.

Kementerian Kesehatan RI, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbang) Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), (2012), Laporan Nasional. Balitbang. Jakarta

Kemenkes RI, (2014). Pusdatin Hipertensi.Infodatin

Kemenkes RI 2016. Prevelensi Hipertensi Penyakit yang Membahayakan. Jakarta.

Koiriyyah A, and Ediati A. (2015). Pengaruh Buku Harian untuk Meningkatkan Kepatuhan pada Pasien Hipertensi studi kuasi eksperimen pada pasien hipertensi, vol 4 no 1, Hal 35-42.

Kusuma Agung N. A. (2017). Media Komunikasi dalam Penyuluhan Kesehatan. Andi Yogyakarta.

Lisnawati. 2001. “Kepribadian, Nilai dan Gaya Hidup”.

Mahmudah, S dkk. (2015). “ Hubungan Gaya Hidup dan Pola Makan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia di Kelurahan Sawangan Baru Kota Depok Tahun 2015”. Biomedika, vol. 7 no. 2.

Muhammadun, 2010, Hipertensi, in Books, Yogyakarta,

Notoatmodjo,S., (2011). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rieneka Cipta

Purwanto, AV and Sari, KA. (2014) Tingkat Kepatuhan Pengobatan dan Perubahan Gaya Hidup Sehat Pasien Hipertensi, Ism.Vol. 5 No.1.

Riskesdas 2010, Suhartini 2013, Eva Oktavera Soragih 2015

Subdit Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah, Direktorat P2PTM, Kemenkes RI, (2018). Manajemen Program Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi

Suiraoka. 2012. “Penyakit Degeneratif , Mengenal, Mencegah dan Mengurangi Faktor Risiko 9 Penyakit Degeneratif”. Yogyakarta: Nuha Medika.

Sriani, K dkk. 2016. “Hubungan Antara Perilaku Merokok dan Kebiasaan Olahraga dengan Kejadian Hipertensi Pada Laki-Laki Usia 18-14 Tahun”. Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia . 4 no. 5.

WHO. World Health Statistic Report 2015. Geneva: World Health Organization: 2015

Downloads

Published

2022-11-29