Pelatihan dan Penyuluhan Penggunaan Masker Beras Kencur dan Bedak Dingin Labu Kuning Sebagai Upaya Pencegahan Efek Paparan Sinar UV
DOI:
https://doi.org/10.37160/ppkm.v2i2.105Keywords:
obat tradisional, masker, bedak dingin, sinar UVAbstract
Letak geografis Desa Pongok termasuk beriklim tropis dengan suhu maksimum 320C tentunya setiap hari cenderung terpapar dengan sinar UV (matahari langsung) dapat menyebabkan eritema dan sunburn (kulit terbakar) sedangkan paparan sinar matahari yang berlebihan dan berlangsung lama menyebabkan degenerasi pada kulit seperti penuaan dini dan beberapa kanker kulit. Pencegahan akibat paparan sinar UV dapat diatasi dengan pemakaian bedak dingin labu kuning dan masker beras kencur. Tujuan kegiatan ini memberikan penyuluhan dan melakukan pelatihan kepada masyarakat Desa Pongok untuk pembuatan Masker dan Bedak Dingin sebagai upaya pencegahan efek paparan sinar UV. SasaranĀ kegiatan pengabdian guna memberikan informasi ilmiah kepada masyarakat manfaat tanaman yang dapat dijadikan obat sebagai upaya pencegahan efek paparan sinar UV. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dan demo pembuatan masker dan bedak dingin. Hasil kegiatan pengabdian ini yaitu berdasarkan uji organoleptik pada produk Bedak dingin labu kuningĀ berdasarkan kesukaan 36 % menyatakan cukup menarik dan menarik, berdasarkan warna sebesar 48% menyatakan menarik, berdasarkan aroma sebesar 44% menyatakan menarik, berdasarkan tekstur sebesar 52% menyatakan menarik. Uji organoleptik pada masker beras kencur berdasarkan kesukaan sebesar 48% menyatakan cukup menarik, berdasarkan warna sebesar 60% menyatakan menarik, berdasarkan aroma sebesar 72% menyatakan menarik dan berdasarkan tekstur sebesar 64% menyatakan menarik. Kesimpulan bahwa masker dan bedak dingin dapat dimanfaatkan menjadi obat tradisional sebagai upaya pencegahan efek paparan sinar UV dengan penerapanĀ teknologi obat sederhana yang relatif murah, aman, dapat diramu sendiri, dan mudah dilakukan.
References
Anisah N.(2015). Studi Eksperimen Pembuatan Masker dengan Komposisi Bunga Pukul Empat, Kencur dan Binahong untuk Kulit Jerawat. Skripsi. Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Semarang
Damayanti D.(2013). Pintar Meracik Sendiri Ramuan Herbal untuk Penyakit. Cetakan 1. Penerbit Araska. Yogyakarta
Elsner P dan Howard.(2000). Cosmeceuticals drug vs Cosmetics. Marcel Dekker Inc. New York
Hadinoto, I.,S.W., dan M.C.T.(2000). Pengaruh pH terhadap Efektivitas Sediaan Tabir Matahari dengan Bahan Aktif Heksil p Metoksianamat dan Oksilbenzen dalam Basis Hidrofilik Krim secara in vitro. In Kongres Ilmiah XIII Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia. Jakarta
Lestari, S.,(2011)..Panca Indra.[online] Available at: http://www.unnes.ac.id [Diakses tanggal 5 Maret 2017].
Maryani Herti dan Suharmiati.(2006). Tanaman Obat untuk Mengatasi Penyakit pada Usia Lanjut. Cetakan Kelima. Penerbit Agromedia Pustaka. Jakarta
Profil Desa Pongok.(2016). Profil Desa Pongok.
Sirait, Midian.(2007). Penuntun Fitokimia dalam Farmasi. ITB: Bandung.
Soesanto S,S.(1996). Radiasi Optik.artikel Media Litbangkes. Vol.VI. No.04.
Sudirman T. A.(2014). Uji Efektivitas Ekstrak Daun Salam (Eugenia polyantha) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus Secara In Vitro. Skripsi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin: Makasar.
Subagja P.,H.(2014). Temulawak itu Ajaib; Rimpang Ajaib Pembasmi Beragam Penyakit. Cetakan Pertama. Penerbit Flash Books. Yogyakarta
Wahyuni D.T, Simon B.W.(2015). Pengaruh jenis pelarut dan lama ekstraksi terhadap ekstrak Karotenoid Labu Kuning dengan metode gelombang ultrasonik. Jurnal Pangan dan Agroindustri. Vol.3 No.2, Malang

