STOP KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN PENYANDANG DISABILITAS DENGAN PROUDY GAMES DI KECAMATAN KAWALU KOTA TASIKMALAYA
DOI:
https://doi.org/10.37160/emass.v8i1.1306Abstract
Kekerasan secara seksual didefinisikan sebagai suatu tindakan nyata ataupun ancaman yang berkaitan dengan seksualitas. Hal tersebut dilakukan oleh pelaku kepada korban secara paksa sehingga menyebabkan kerugian baik secara fisik maupun psikis (1). Golongan yang paling berisiko mendapatkan pelecehan dan kekrasan seksual adalah Perempuan penyandang disabilitas. (2) Berdasarkan pada Catatan Tahunan Kekerasan Terhadap Perempuan Tahun 2020 menunjukkan bahwa 77 perempuan penyandang disabilitas mengalami kekerasan seksual yang didominasi oleh disabilitas intelektual sebanyak 45%. hasil penelitian Byrne (2017) dan Phasha (2012) menyatakan bahwa individu dengan intellectual disability beresiko tiga kali lebih tinggi menjadi korban kekerasan seksual dibandingkan dengan individu normal. Di SLB Aisyiyah terdapat siswa dengan disabilitas intektual menjadi korban kekerasan seksual. Oleh sebab itu, perempuan dengan disabilitas intelektual perlu dibekali kemampuan adaptif untuk memproteksi diri dari kekerasan seksual. Pengabdian bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan remaja disabilitas tentang pencegahan kekerasan seksual sebelum dan sesudah Pendidikan Kesehatan melalui media Proudy Game. Metode yang dilakukan yaitu pemberian pendidikan kesehatan dan informasi tentang pencegahan kekerasan seksual. Setelah dilakukan edukasi, terdapat peningkatan pengetahun remaja disabilitas dengan nilai rata rata 70,1 pretes dan 80,7 postes.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sri Gustini, Nunung Mulyani, Sariestya Rismawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.










