PENGARUH INISIASI MENYUSU DINI (IMD) TERHADAP PERUBAHAN SUHU TUBUH BAYI BARU LAHIR (BBL) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDAREJA TAHUN 2024
DOI:
https://doi.org/10.37160/arimbi.v3i2.754Keywords:
Inisiasi Menyusu Dini, Pencegahan Hipotermi, IMDAbstract
Inisiasi Menyusu Dini atau early inisiation breastfreeding adalah memberi kesempatan pada bayi baru lahir untuk menyusu sendiri pada ibu dalam satu jam pertama kelahirannya. Inisiasi Menyusu Dini dilakukan tepat setelah persalinan sampai satu jam setelah persalinan, meletakkan bayi baru lahir dengan posisi tengkurap setelah dikeringkan tubuhnya, dan memastikan bayi mendapat kontak kulit dengan ibunya, menemukan puting susu dan mendapatkan kolostrom atau Air Susu Ibu (ASI) yang pertama kali keluar. Tujuan penelitian ini ada dua, tujuan utama dan tujuan khusus. Tujuan khusus dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Terhadap Perubahan Suhu Tubuh Bayi Baru Lahir (BBL) di Wilayah Kerja Puskesmas Sidareja Tahun 2024 dan tujuan khusus dalam penelitian ini untuk mengetahui gambaran keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), mengetahui gambaran rata-rata suhu tubuh bayi baru lahir sebelum Inisiasi Menyusu Dini (IMD), mengetahui gambaran rata-rata suhu tubuh bayi baru lahir sesudah dilakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), dan menganalisis Pengaruh Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Terhadap Perubahan Suhu Tubuh Bayi Baru Lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Sidareja tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimen dengan rancangan yang digunakan adalah pretest post test one group design. Populasi penelitian diambil dari seluruh bayi yang lahir normal di bulan September dan Oktober di Wilayah Kerja Puskesmas Sidareja Tahun 2024 dengan perkiraan kelahiran sebanyak 76 bayi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Pada penelitian ini diambil sebanyak 30 sampel sesuai dengan teori menurut Roscoe. Besar sampel ditambah dengan antispasi drop out sebesar 10% sehingga sampel minimal yang diperlukan adalah 33 responden. Dari hasil analisis univariat di dapatkan sebelum intervensi dari 33 responden sebelum dilakukan Inisiasi Menyusu Dini didapatkan hasil responden dengan suhu 36˚C sebanyak 7 bayi baru lahir (21,2%), responden dengan suhu 36,2˚C sebanyak 8 bayi baru lahir (24,2%), responden dengan suhu 36,3˚C sebanyak 6 bayi baru lahir (18,2%), responden dengan suhu 36,4˚C sebanyak 6 bayi baru lahir (18,2%), responden dengan suhu 36,5˚C sebanyak 4 bayi baru lahir (12,1%) dan responden dengan suhu 36,6˚C sebanyak 2 bayi baru lahir (6,2%). Diketahui bahwa sebelum diberikan intervensi didapatkan nilai median 36,3˚C dengan nilai minimum 36˚C, nilai maksimum 36,6˚C dan setelah diberikan intervensi didapatkan nilai median 36,7˚C dengan nilai minimum 36,5˚C, nilai maksimum 37,4˚C. Hasil uji statistik Uji Wilcoxon dan diperoleh nilai significancy p- value= 0.000 (p≤0.05) artinya ada perbedaan yang bermakna perubahan suhu tubuh bayi baru lahir yang dirasakan sebelum dan sesudah diberikan intervensi Inisiasi Menyusu Dini. Terdapat pengaruh Inisiasi Menyusu Dini (IMD) terhadap perubahan suhu tubuh Bayi Baru Lahir (BBL) di wilayah kerja Puskesmas Sidareja, sebagaimana dibuktikan oleh nilai p-value yang sangat signifikan yaitu (0,000). Diharapkan tindakan Inisiasi Menyusu Dini terus dilakukan karena mengingat banyak manfaat baik untuk ibu ataupun bayinya.
References
Ekawati, N. (2023). Perawatan Bayi Baru Lahir: Panduan Praktis untuk Orang Tua dan Tenaga Kesehatan. Penerbit Sehat Press.
Surmayanti. (2021). The Effect of Kangaroo Method Treatment (PMK) on Hypothermi Prevention on Low Birth Weight in Bahagia Hospital Makasar. Journal of Sciences and Health. Retrieved 5 3, 2023. Diakses pada tanggal 18 Juli 2024.
WHO. (2019). Neonatal Mortality. World Health Organization. Retrieved from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/levels-and-trends-in-child-mortality-report-2020.
Riadi, M. (2020). Hipotermia (Pengertian, Jenis, Tanda, Penyebab dan Penanganan).Retrieved 5 3, 2023. Diakses pada tanggal 18 Juli 2024.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Laporan Capaian Program Kesehatan Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI
Walyani, E. (2021). Manfaat Inisiasi Menyusui Dini dalam Mencegah Hipotermia pada Bayi Baru Lahir. Jurnal Keperawatan, 14(1), 34-40.
Sidiq, H. (2021). Inisiasi Menyusui Dini: Manfaat dan Implementasi. Yogyakarta: Penerbit Gadjah Mada University Press.
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. (2023). Laporan Tahunan Kesehatan Jawa Tengah 2023. Semarang: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap. (2023). Laporan Tahunan Kesehatan Kabupaten Cilacap 2023. Cilacap: Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap.
Sekartini, R. (2021). Pengaturan Suhu Tubuh pada Bayi Baru Lahir. Jakarta: Penerbit Kesehatan Indonesia.
Lieskusumastuti, Anita Dewi.dkk. (2022). Dampak Kontak Kulit ke Kulit Ibu Bayi Baru Lahir Terhadap Keberhasilan Asi Ekklusif. Jurnal. Jurnal Kebidanan Indonesia. Diakses pada tanggal 29 Juni 2024.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). (2021). Panduan Praktik Inisiasi Menyusu Dini (IMD) untuk Perawatan Bayi Baru Lahir. Jakarta: Penerbit IDAI
Yuliana, S. (2022). Implementasi Program IMD di Puskesmas Sidareja, Kabupaten Cilacap. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(1), 45-52.
Darma Sari, S & Indriani, F.(2021). Hubungan Inisiasi Menyusu Dini (Imd) Terhadap Suhu Badan Bayi Baru Lahir (Bbl) Di Bpm Fauziah Hatta Palembang Tahun 2019. Jurnal Kesehatan Abdurahman Palembang Vol. 10 No. 1.
Yunura, Izra.dkk. (2023). Pengaruh Inisisasi Menyusui Dini (IMD) Terhadap Suhu Tubuh Bayi Baru Lahir PMB Hj Hendrawati, S.ST Tahun 2022. Jurnal Ners Volume 7 Nomor 1Tahun 2023 Halaman 599 – 604.
Romana, Aben B. Y. H.dkk. (2023). Pengaruh Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Terhadap Peningkatan Suhu Tubuh Bayi Baru Lahir di Klinik Bersalin Bidan Rahmi Kelurahan Fataluli Kota Kupang. Indonesian Journal of Public Health. Vol 01, No 03, September 2023, Hal. 329-336.
Pratiwi, Evi.dkk. (2023). Pengaruh Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Terhadap Perubahan Suhu Tubuh Pada Bayi Baru Lahir Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Punggur. Diakses pada tanggal 24Juli 2024.
Sari, Indah Dewi. (2020). Efektivitas Inisiasi Menyusu Dini Terhadap Perubahan Suhu Tubuh Pada Bayi Baru Lahir. Jurnal Kebidanan Vol.9 No. 1.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). (2021). Panduan Perawatan Bayi Baru Lahir. Jakarta: IDAI.
Hadinegoro, S. (2021). Pediatri Klinis: Panduan Praktis untuk Dokter Anak. Jakarta: Penerbit Kedokteran Indonesia.
Soetjiningsih. (2021). Tumbuh Kembang Anak dan Remaja. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Kusumastuti, I., & Widodo, N. (2023). Evaluasi Penanganan Asfiksia Perinatal di Rumah Sakit: Pendekatan Multidisiplin. Jurnal Kesehatan Neonatal, 17(1), 40-55.
Wahyuni, N. (2022). Prematuritas pada Bayi Baru Lahir: Tinjauan dan Penanganan. Jurnal Kesehatan Neonatal, 16(1), 45-58.
Setiawan, B., & Hidayat, R. (2023). Pengertian suhu secara umum. Jakarta: Penerbit XYZ.
Hadinegoro, S. R. S. (2023). Manajemen Suhu Tubuh dalam Perawatan Kesehatan. Jakarta: Penerbit Medika.
Ekawati, D. (2022). Pengertian dan Pentingnya Pengaturan Suhu Tubuh pada Bayi Baru Lahir. Jurnal Kesehatan Neonatal, 17(2), 150-158.
Wagiyo. (2020). Perubahan Suhu Tubuh pada Bayi Baru Lahir. Jurnal Kesehatan Neonatal, 15(3), 112-118.
Edy, A., & Fathahillah, A. (2019). Pengaruh Suhu Lingkungan terhadap Kesehatan Bayi Baru Lahir. Jurnal Ilmu Kesehatan Lingkungan, 12(4), 225-232.
Ekawati, A. (2020). Manajemen Suhu Lingkungan pada Neonatus. Bandung: Pustaka Neonatal.
Yuliana, S. (2022). Inisiasi Menyusui Dini dan Pengaruhnya terhadap Suhu Tubuh Bayi. Jakarta: Pustaka Medis.
Sarwono, S. (2021). Kesehatan Bayi Baru Lahir: Panduan Praktis untuk Orang Tua dan Tenaga Kesehatan. Jakarta: Pustaka Medika.
Wagiyo, B. (2023). Hipotermia dan Komplikasi Kesehatannya. Jakarta: Penerbit Medika.
Ekawati, A. (2020). Manajemen Suhu Lingkungan pada Neonatus. Bandung: Pustaka Neonatal.
Sidiq, R. (2020). Adaptasi Termal pada Bayi Baru Lahir. Yogyakarta: Penerbit Medika.
World Health Organization (WHO). (2021). Global Strategy for Infant and Young Child Feeding. Geneva: WHO.
Maryunani, S. (2023). Faktor Pendukung Inisiasi Menyusui Dini: Kesiapan Fisik dan Psikologis Ibu. Jakarta: Penerbit Kesehatan.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Dewi, Y. (2019). Statistik Deskriptif dalam Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT Buku Medika.
Rahman T. Termoregulasi Bayi Baru Lahir: Menjaga Kehangatan Bayi Adalah Kunci. Blog dokter Taura. 2023 September 18 [diunduh 15 Agustus 2024].
Komisi Etik Penelitian Kesehatan Nasional (KEPKN). (2021). Pedoman Etika Penelitian Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
World Health Organization (WHO). (2019). Guidelines on Intrapartum Care for a Positive Childbirth Experience. Geneva: World Health Organization.
Yuwansyah, Y., & Evitasari, D. (2019). Pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini dan Dampaknya terhadap Suhu Tubuh Bayi. Syntax Literate.
Nancy Olii, & Tumarthony Hiola. (2020). Pengaruh Inisiasi Menyusui Dini Terhadap Perubahan Suhu Badan Bayi Baru Lahir. Jurnal Ilmiah Bidan, Vol7.No2 [diunduh 8 Desember 2024].
Bancin, Egi Novica Br (2018) Pengaruh Inisiasi Menyusu Dini Terhadap Perubahan Suhu Tubuh Pada Bayi Baru Lahir Di Klinik Hj. Mera Tanjung Mulia Hilir Kecamatan Medan Deli Tahun 2018. Undergraduate thesis, Institut Kesehatan Helvetia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Triyani Sofiani, Sri Gustini, Laila Putri Suptiani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

