PENERAPAN TEKNIK BERCAKAP-CAKAP DENGAN PEER SUPPORT PADA PASIEN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI HALUSINASI PENDENGARAN DI WILAYAH PUSKESMAS SINDANGKASIH KABUPATEN CIAMIS
DOI:
https://doi.org/10.37160/tnj.v3i02.875Keywords:
Halusinasi, halusinasi pendengaran, Peer Support, Terapi Bercakap-cakapAbstract
Latar Belakang: Masalah gangguan jiwa kini menjadi masalah yang sangat serius diseluruh dunia. Kasus skizofrenia menjadi salah satu kasus gangguan jiwa terbanyak di Indonesia, diperkirakan ada 282.654 orang yang mengalami skizofrenia. Sedangkan di Kabupaten Ciamis terdapat 6,80 permil prevalensi skizofrenia, artinya terdapat 603 ART yang memiliki penderita skizofrenia dari 1.000 rumah tangga yang ada di Kabupaten Ciamis. Di Kecamatan Sindangkasih terdapat 76 kasus dengan diagnosa skizofrenia. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan teknik bercakap-cakap dengan peer support sebagai cara untuk mengontrol halusinasi pada pasien skizofrenia..
Metodologi penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, pada 2 orang pasien dengan gangguan halusinasi pendengaran. Pelaksanaan dilakukan 2 kali sehari dengan waktu 30 menit setiap sesinya selama 5 hari.
Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya penurunan tanda dan gejala halusinasi, pasien 1 terdapat 14 menjadi 3 tanda gejala, sedangkan pasien 2 terdapat 13 menjadi 5 tanda gejala halusinasi. Kesimpulan dari studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan latihan bercakap-cakap dengan peer support efektif dalam menurunkan tanda gejala halusinasi. Saran untuk pasien dan keluarga agar dapat menerapkan terapi bercakap-cakap dengan peer support serta meningkatkan motivasi pasien dan dukungan keluarga
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Roihan Salim Yasin, Asep Riyana, Dudi Hartono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







